Sabtu, 31 Agustus 2019

Kenapa ?

- Mengapa harus mencari ilmu di sekolah? Mengapa seluruh orang menuntut sekolah adalah bentuk formalitas belajar paling tinggi? Nyatanya.. Ada beberapa faktor kecil yang menjadikan pukulan telak bagi kita. Lihat saja anak kecil yang berada pada lampu merah trotoar jalan. Kita yang berada di perguruan tinggi sekalipun tak pernah menunduk sedalam itu untuk pengucapan terima kasih, tapi anak kecil tersebut 90° untuk koin 500 perak. Mengapa orang tua berpikir hanya satu jalan untuk ilmu? Mengapa mengelompokan anak nya hanya dalam satu persepsi? Anak baik dengan anak baik? Seharus nya tidak begitu. Berteman dengan anak yg buruk adalah ilmu, termasuk contoh bahwa kita tidak boleh meniru apa yang salah dan menjalan kan yang benar. 
- Patokan ilmu tidak di ukur dalam skala besar! Pengetahuan di dapat apabila kita memahami sesuatu secara bijak. Jika saya sebagai mahasiswa hanya terpaku pada buku setebal 5 depa di dalam kelas, mungkin saya akan mampu mengerjakan lembar esai yang begitu rumit, tapi di mendentangkan garpu begitu keras ketika makan bersama keluarga, sama hal nya dengan ilmu tanpa tata krama. 
Sehingga, ilmu pengetahuan yg sebenarnya bukan hanya didapatkan di buku saja.
- Dilingkungan sekitar pun kita juga bisa mendapatkan ilmu. Seperti dari seseorang yg saya kenal, yg pernah mengatakan ilmu juga bisa didapatkan didunia pelacuran.
Awalnya saya kaget, kenapa harus seperti itu perumpamaannya. Setelah saya pikir", ada benarnya jg. Yah karena ilmu itu luas. Ilmu itu ga harus ada di dapat di dalam kelas maupun dari guru. Ilmu bisa didapatkan dimana pun dan dari siapapun.
Hakikat nya lebih sopan mereka yang berilmu rendah yang bergaul dengan semua orang dari pada berkutat dengan buku tapi tidak pernah bertegur sapa.

1 komentar: